
Penanaman bibit pohon yang ditanam di sekitar Bumi perkemahan Kakek Bodo, Kamis 13 Oktober 2026.
PASURUAN – Suasana sejuk Bumi Perkemahan Kakek Bodo, Prigen, Pasuruan, berubah penuh kehangatan dan keseruan pada Rabu dan Kamis (12–13 Oktober 2026). Puluhan siswa kelas 5 dan 6 SD Labschool Unesa 2 Surabaya tampak antusias mengikuti kegiatan perkemahan Pramuka bertajuk ARUNA (Acara Pramuka SD Labschool Unesa 2).
Mengusung tema “Meraih Pengalaman, Alam adalah Guru”, kegiatan tahunan ini menjadi ajang pembuktian ketangguhan para siswa. Pasalnya, sejak hari pertama tiba di lokasi, para peserta langsung diuji fisik dan mentalnya melalui perjalanan mendaki bukit menuju area perkemahan. Sambil memikul tas carrier dan barang bawaan perkemahan yang lumayan berat, senyum dan gelak tawa tetap terpancar dari wajah para anggota Pramuka penggalang ini.
Melatih Kemandirian dan Kepedulian Lingkungan

Suasana upacara api unggun, Rabu, 12 Oktober 2026
Sesampainya di perkemahan, kegiatan dilanjutkan dengan mengasah kemandirian siswa. Tak ada lagi manja pada orang tua; anak-anak diajarkan mendirikan tenda kelompok sendiri, mengolah makanan dengan memasak bersama, hingga melatih kesiapsiagaan melalui games interaktif kepramukaan.
Tidak hanya mengasah fisik, rasa kepedulian terhadap kelestarian alam turut ditanamkan secara nyata. Seluruh peserta diajak melakukan aksi hijau berupa penanaman bibit pohon di kawasan perkemahan sebagai simbol rasa syukur dan kontribusi terhadap alam.
Malam harinya, suasana berubah menjadi magis dan penuh keakraban saat api unggun dinyalakan. Setiap kelompok menampilkan kebolehannya dalam sesi Pentas Seni (Pensi), mulai dari semapore dance, menyanyi, hingga pertunjukan drama singkat yang menghangatkan dinginnya malam di lereng gunung. Petualangan ARUNA kemudian ditutup manis dengan kegiatan menjelajah alam (cross country) menyusuri keindahan jalur alam Kakek Bodo.
Pesan Kepala Sekolah: Belajar Tangguh dan Beradaptasi
Kepala SD Labschool Unesa 2, Hapsari Dewi, S.Pd., menyampaikan apresiasi mendalam atas semangat tak pantang menyerah yang ditunjukkan para siswanya sepanjang kegiatan. Beliau menegaskan bahwa ketidaknyamanan di alam terbuka adalah laboratorium terbaik untuk melatih karakter.
“Melalui tema ‘Alam adalah Guru’, kami ingin anak-anak menyadari bahwa dalam kehidupan nyata, tantangan akan selalu ada. Tidur di tenda tentu tidak se-nyaman di kamar rumah, ada hawa dingin yang menusuk, hingga cuaca yang tak menentu. Namun dari situlah mereka belajar untuk tangguh, tidak mudah mengeluh, dan cepat beradaptasi dengan lingkungan sekitar,” ujar Hapsari Dewi.
“Jalur mendaki dan rintangan yang mereka hadapi adalah media terbaik untuk melatih ketahanan fisik, kerja sama tim, serta kemandirian. Kami sangat bangga melihat mereka mampu melewatinya dengan penuh kegembiraan,” tambahnya.
Alam sebagai Ruang Belajar dan Bekal Masa Depan
Lebih dari sekadar tempat berekreasi, alam terbuka menyajikan pelajaran hidup yang tidak didapatkan di dalam ruang kelas. Melalui interaksi langsung dengan alam, para siswa belajar memahami arti kebersamaan, pentingnya menjaga lingkungan, serta cara menyikapi dinamika hidup yang penuh ketidakpastian.
Pengalaman berpetualang dan berdampingan dengan alam ini diharapkan mampu membentuk fondasi karakter yang kokoh menjadikan anak-anak sosok yang mandiri, pantang menyerah, dan berani menghadapi tantangan sebagai bekal penting untuk menapaki masa depan mereka kelak.
Lelah yang Terbayar Pengalaman Berharga
Rasa lelah dan peluh yang bercucuran selama dua hari terbayar tuntas saat kegiatan berakhir. Meski kaki terasa pegal usai mendaki dan tubuh sempat kedinginan di dalam tenda, rasa bangga serta pengalaman berharga menjadi oleh-oleh terindah yang dibawa pulang para siswa ke rumah.
“Pegal banget rasanya jalan nanjak sambil gendong tas berat. Pas malam juga dingin banget, tidurnya di tenda enggak kayak di kamar rumah yang empuk. Tapi asli, seru banget! Soalnya bisa pasang tenda bareng teman-teman, masak sendiri, terus rame-rame nonton api unggun“ tutur Nafil, salah satu siswa peserta, sambil tersenyum lebar.
Melalui ARUNA, SD Labschool Unesa 2 sukses membuktikan bahwa petualangan di alam bebas adalah ruang kelas terbaik untuk mencetak generasi muda yang mandiri, tangguh, siap beradaptasi, dan mencintai lingkungan.



